Museum Diponegoro

Museum Diponegoro, Petilasan P. Diponegoro di Magelang


Museum ini menempati area seluas 2.552 meter persegi yang terletak di Jl. Diponegoro No. 1 Magelang. Museum ini berada dalam satu komplek dengan Museum Badan Pemeriksa Keuangan yang menempati gedung karesidenan kedu. Dari kota magelang hanya berjarak tidak lebih dari 0,5 kilometer. Monumen ini diresmikan pada tanggal 11 Agustus 1977. Selain itu di Yogyakarta yang merupakan kediaman beliau juga dijadikan sebagai museum. yang bernama Museum Sasana Wiratama
Museum ini berada disayap kiri pendapa karesidenan kedu yang dibangun pada tahun 1810 dan museum ini dulunya merupakan kamar petilasan Pangeran Diponegoro. Dikamar atau ruangan tersebutlah Pangeran Diponegoro juga di tangkap secara licik oleh Belanda. Awalnya pada tanggal 16 februari 1830 Kolonel Cleerens menemui Pangeran Diponegoro di Remo, Bagelen, Purworejo untuk mengajak berunding karena dalam peperangan selama 5 tahun pihak Belanda belum dapat membekuk Pangeran Diponegoro. Akhirnya tawaran berunding oleh Pangeran Diponegoro di setujui. Dan pada tanggal 28 Maret 1830 bersama laskarnya pangeran Diponegoro menemui Letnan Gubernur Jenderal Markus de Kock. Pada pertemuan tersebut Belanda meminta agar perang dihentikan namun P. Diponegoro menolak namun Belanda telah menyiapkan penyergapan yang dipimpin oleh Kolonel Du Perron yang akhirnya dapat melumpuhkan Pangeran Diponegoro beserta para laskarnya. Pada hari itu juga kemudian Pangeran Diponegoro diasingkan di ungaran dan kemudian dibawa ke gedung Karesidenan Semarang. Selanjutnya pada tanggal 5 April 1830 dibawa menuju Batvia menggunakan kapal Pollux dan pada tanggal 11 April 1830 sampai di Batavia dan ditahan di stadhuis (saat ini sebagai museum fatahillah). Dan pada tanggal 30 April 1830 Gubernur Jenderal Van Den Bosch menjatuhkan hukuman pengasingan atas Pangeran Diponegoro yang akhirnya diasingkan di Sulawesi hingga wafatnya.
Bangunan yang dipergunakan sebagai museum ini dibangun dengan gaya arsitektur eropa. Koleksi yang ada di museum tersebut semuanya adalah merupakan barang peninggalan P. Diponegoro semasa berada di Karesidenan kedu Tersebut.
Beberapa peninggalan yang menjadi koleksi museum ini antara lain Meja kursi yang terdapat goresan kuku P. Diponegoro, hal ini terjadi katrena kemarahan beliau akan tindakan Belanda. Kemudian jubah yang pernah dikenakan Pangeran Diponegoro dengan panjang 1,57 meter dan lebar 1.35 meter terbuat dari kain shantung. Kitab tharib, balai balai tempat sembahyang dan tujuh buah cangkir tempat tujuh macam minuman kegemaran Pangeran diponegoro.
How to get there :
  1. Dengan kendaraan umum dari Yogyakarta dengan jurusan Magelang turun di sub terminal tidar atau sub terminal kebon polo dilanjutkan dengan angkot jalur 1, 5 atau 8 turun di Jl. P. Diponegoro
  2. Dengan Kendaraan Pribadi baik roda dua maupun roda empat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alun-Alun Kota Magelang

Pesona Gunung Tidar